Friday, September 26, 2014

A Very Short Story in Basa Jawa: Kuwalat

This is my very short story I originally write in Javanese Language (Basa Jawa). I hope this could help those who want to learn more about the language. I provide also the English translation in order to make you easier to comprehend what the story is about. Happy reading!
Kuwalat
Jam pitu lewat seprapat. Aku iso ngingetné kowe lagi mangan ning ngarep tivi karo lungguh silah ning ndhuwur sofa empuk. Sing kok ingeti dudu piringmu, tapi gambar ning tivimu. Aku krungu kowé nganti misuh-misuh barang pas gambaré ora metu mergo wong tuamu telat mbayar langganan tivi satelit sing dadi hiburan kelangenanmu. Nek ngono kowé banjur mbanting remote sing kok cekel, terus neruské sarapanmu karo mucu-mucu.
Iki dino minggu, mulané kowé ora kesusu ndang adus koyo biyasané yen wayah sekolah. Bubar sarapan koe langsung mlebu kamar mandi karo ngesaki HP qwerty. Mergo kemajuan teknologi, kowé saiki iso ngising karo nyambi update status facebook lewat OperaMini.
Ibukmu, ning pawon, bengak-bengok nyeluk kowé supoyo ndang metu. Iki wayahé ngeterké ibukmu blonjo ning pasar, tapi kowé malah ethok-ethok ora krungu. Ibukmu wis ora sronto, banjur nggedhor-nggedhor lawang kamar mandiné, mergo wis setengah jam luwih kowé ora metu-metu.
“Sik to, Bu. Atos ki lho.” Jawabmu karo ngeden supoyo ibukmu percoyo yen kowé lagi bebelen. Padahal genah ning njero kowé lagi facebook-an.
“Yo wis. Aku budhal dhéwé. Tapi titènono sesuk kowé ‘ra tak wènèhi sangu.” Ibukmu ngancam karo nesu. Mergo ora kok terké, ibukmu ning pasar mlaku.
Sesuk esuk, wayahé budhal sekolah, kowé bingung nggolèki ibukmu. Sragam wis rapi, sarapan wis dicepaki, tapi isih ono sing kèri.
“Buk, njaluk sangu...” Tanganmu nyadhong koyo wong ngemis. Tapi ibukmu tetep mbisu koyo-koyo tutuké kesumpelan gombal.
Dino iki kowé budhal sekolah tanpo entuk sangu. Pulsamu entèk ora iso ngisi. Teko ngomah, koyo adat biasané, kowé banjur nyetèl tivi, pengen nonton CSI Miami ning Channel 51. Nanging dhasar nasibmu lagi apes, sing keno ditonton jebul mung TVRI.
* * * * *
English translation :
Damned
It was quarter past seven. I could see you devouring your breakfast before the TV screen, sitting cross-legged in a soft sofa. Your eyes didn’t stare at your plate, instead, you stared at the screen. I heard you swearing when the channel you chose didn’t come up because your parents forgot to pay the cable TV bill before the due time. Then you would fling the RC in your hand, than went on eating your meal.
It was Sunday, so that you did not have to hurry to take a shower as you did every morning if it were your school day. After finishing your meal, you straightly headed to the toilet with your brand new QWERTY mobile in your pocket. Thanks for the advance of technology, now you could update your status on Facebook via OperaMini while you took a shit.
In the kitchen, your mom called you out in a loud voice, asked you to get out of the toilet soon. It was time to take your mum to the local market, but you just pretended not to hear her shouting. Being out of patient, your mum banged on the toilet’s door because 30 minutes had passed and you didn’t seem to come out yet.
“Wait a second, Mum. I think I got a severe constipation,” you said in a deep breath as to make your mum thought that you were really had a problem with your excretion . In fact, you were still browsing the webs inside.
“Alright, sweety. I’d better go on my own. But you won’t get any pocket money for tomorrow.” Your mom menaced in fury. She then walked along to the market because you didn’t want to take her there.
The next morning, you were about to go to school, you looked for your mom. Your had clad in neat uniforms, the breakfast had already served on the table, but still there was something left.
“Mom, I think you don’t give me the pocket money yet.” You begged it, stretching your hand like a beggar. However, your mom remained silent as if a napkin had clogged up her mouth.
Today, you went to school without pocket money. Your run out your credits and you were unable to recharge it. Arriving home, as usual, you would turn on the TV to watch CSI Miami in Channel 51. But, alas, how pathetic you were. The only available channel was TVRI*.
*) TVRI is the only TV station formerly owned by the government in Indonesia. It doesn’t air advertisements and is free of charge to watch.

Wednesday, September 24, 2014

Bug di Anaconda: Kesulitan Pakai Custom Partition



Kali ini saya mau berbagi pengalaman menginstal IGN 9. IGN (IGOS Nusantara) adalah sebuah sistem operasi komputer berbasis GNU/Linux yang dikembangkan oleh LIPI, yang merupakan modifikasi dari distribusi Fedora Linux. IGN 9 dirilis bulan Agustus 2013 dan berbasis Fedora 19. Kebetulan saya mendapatkan kiriman DVD dari KPLI Jogja. Isinya 3 file iso yang terdiri dari IGN 9 32bit dengan MATE desktop, IGN 9 MATE desktop 64bit, dan IGN 9 32bit dengan 9 desktop sekalius (MATE, Cinnamon, Gnome, KDE, EDE, Enlightenment, XFCE, LXDE, dan Openbox).

Karena saya termasuk orang yang mudah bosan dengan tampilan di layar, maka saya putuskan untuk menginstal yang edisi 9 desktop. Jika nanti bosan dengan tampilan suatu desktop, maka tinggal logout dan ganti dengan desktop yang lain. Sekedar tambahan informasi, IGN ini saya instal di laptop spesifikasi rendah, cuma dibekali prosesor Intel Celeron 1,6 Ghz dan RAM 2 Gb. Hasilnya cukup bikin kaget. Saat IGN dijalankan dengan desktop KDE, ternyata performanya tidak se-lemot yang saya kira mengingat KDE adalah lingkungan desktop yang dikenal paling berat dan rakus resource. Jujur saja, kinerjanya jauh lebih enteng dibandingkan PCLinuxOS 2013 KDE yang terinstal di laptop yang lain yang sudah dibekali prosesor Intel Core i3 dan RAM 4 Gb.

Sama dengan Fedora 19, IGN 9 memakai aplikasi Anaconda untuk membantu pengguna menginstalnya ke hardisk. Meskipun tampilannya cukup intuitif untuk saya pribadi, tapi ternyata saya sempat mengalami kendala saat harus mengatur partisi sistem yang akan dipakai. Masalah terjadi saat saya harus menentukan partisi tempat penginstalan dengan memilih opsi custom partition. Sebelumya saya sudah menyediakan 3 partisi untuk root (/) sebesar 20 Gb, untuk /swap 4 Gb, dan /home 225 Gb.

Ketika saya mengalokasikan partisi yang sudah siap pakai tersebut sepertinya Anaconda hanya bisa mengalokasikan 2 partisi saja. Partisi untuk root dan swap berhasil dialokasikan. Tapi ketika saya coba menambahkan partisi ketiga untuk /home, ada notifikasi yang menyatakan 'space tidak cukup'. Akhirnya dengan terpaksa, sistem saya instal tanpa partisi /home. Itu artinya direktori /home akan ditempatkan di partisi yang sama dengan partisi root. Rincian partisi yang akhirnya saya gunakan adalah 225 Gb untuk root dan 4 Gb untuk swap. Partisi yang 20 Gb saya biarkan tidak terpakai. 

Sebelumnya saya pernah menginstal IGN versi yang sama tapi dengan memilih opsi alokasi otomatis. Sebelum instalasi, di hardisk sudah ada partisi swap sebesar 4 Giga yang digunakan oleh OS Linux sebelumnya, tapi dalam proses instalasi ternyata sitem membuatkan partisi swap yang baru dengan ukuran 2 Giga. Waktu sistem berjalan, kedua partisi swap tersebut dipakai semua, sehingga total swap-nya ada 6 Giga. Kesimpulannya, sistem bisa mengenali partisi swap yang dibuat sebelumnya.

Jadi, saran saya, jika ingin instal IGN 9 dengan menempatkan direktori /home di partisi yang terpisah, buat dulu partisi swap-nya dengan aplikasi gparted. Setelah itu baru instal IGN. Setelah masuk ke aplikasi Anaconda, pilih custom partition, lalu alokasikan partisi untuk root (/) dan /home saja. Tak perlu mengalokasikan partisi swap, karena secara otomatis sistem akan memakai partisi swap yang sudah dibuat sebelumnya. Semoga galat (bug) di Anaconda yang merepotkan ini bisa diperbaiki di IGN versi selanjutnya.

Wednesday, September 10, 2014

Pemkot Munich: Kembali lagi ke Windows? Kenyataannya Tak Semudah Itu

Pemerintah Kota Munich, Jerman mengatakan bahwa dilakukannya peninjauan ulang terhadap sistem teknologi informasinya tidak dipicu oleh ketidakpuasan para pegawai setelah melakukan migrasi dari sistem operasi Windows ke Linux, meskipun ada laporan yang menyatakan demikian.

Pemerintah kota Munich telah menunjukkan pada dunia bahwa sebuah organisasi yang memiliki ribuan pegawai bisa meninggalkan Windows dan beralih ke Linux dan perangkat lunak bebas.

Ketika proyek migrasi selesai akhir tahun lalu, sekitar 15 ribu pegawai di pemerintahan Jerman telah bermigrasi ke Limux, yaitu sebuah sistem operasi turunan dari Ubuntu Linux dan OpenOffice.

Masalahnya, apakah usaha migrasi pemerintah ke open source ini akan dihentikan dan kembali lagi ke Microsoft?

Tidak, kata pemerintah, meskipun banyak laporan yang menyatakan demikian. Menurut juru bicara pemerintah, Stefan Hauf, kabar yang mengatakan bahwa dewan kota menyarankan untuk meninggalkan Linux itu tidak benar.

Beliau menyatakan walikota baru yang diangkat belum lama ini, Dieter Reiter, memberi mandat untuk membuat  laporan mengenai  sistem teknologi informasi yang diterapkan di kotanya.

"Walikota yang baru telah meminta pihak administrasi untuk mengumpulkan fakta-fakta sehingga kami bisa membuat keputusan dan membuat proposal kepada dewan kota tentang langkah yang perlu diambil selanjutnya di masa mendatang", kata beliau.

"Tidak hanya masalah Limux, tapi juga masalah IT secara keseluruhan. Menyangkut pengelolaannya, biaya, performa dan kemanfaatannya serta kepuasan pengguna."

Penelitian yang dilakukan staff IT pemerintah kota yang bersangkutan tersebut akan mempertimbangkan sistem operasi dan paket perangkat lunak apa, baik yang bersifat bebas & terbuka ataupun yang berbayar, yang bisa memenuhi kriteria. Penelitian ini tidak seperti yang pernah dikabarkan sebelumnya, yang hanya berfokus pada masalah apakah perlu meninggalkan Limux dan kembali lagi ke Windows, kata beliau.

Belum ada keputusan mengenai nasib penggunaan Limux dan perangkat lunak bebas di pemerintah kota selanjutnya. Keputusan akan diambil setelah peninjauan ulang selesai dilakukan.

"Belum ada keputusan karena, pertama, kami harus membaca hasil laporannya dulu baru bisa mengambil keputusan," katanya. Beliau juga menambahkan bahwa peninjauan ulang ini tidak dipicu oleh adanya ketidakpuasan dengan Limux tapi untuk meninjau kembali langkah yang perlu diambil selanjutnya setelah migrasi ke Limux selesai dilakukan.

Keluhan dari staff pegawai pemkot mengenai Limux tarafnya masih wajar, kata Hauf, keluhan utamanaya berhubungan dengan masalah kompatibilitas dokumen dengan format .odt yang dipakai di OpenOffice dengan software yang dipakai oleh pihak di luar pemkot. Pemkot Munich berharap bisa meringankan masalah ini dengan menganjurkan pengguna Open Office memperbaharui software-nya dengan memakai LibreOffice terbaru yang lebih kompatibel dengan Microsoft Office.

Belum ada kepastian tanggal berapa tinjauan ulang ini akan selesai yang menurut Hauff masih dalam tahap permulaan. Jika hasilnya nanti tidak jelas, mungkin akan dilakukan tinjauan ulang kedua oleh para ahli dari luar pemkot.

Dilakukannya migrasi ke Limux waktu itu juga disebabkan oleh tinjauan ulang serupa yang dilakukan pada awal tahun 2000-an, yang mempertimbangkan perlunya pergantian sistem operasi dari Windows NT ke XP dan dari versi Ms.Office yang lebih baru ke GNU/Linux, OpenOffice, dan software bebas lainnya.

Pada dasarnya, software bebas dipandang sebagai pilihan yang lebih baik oleh pemerintah Munich karena akan membebaskan pemerintah dari ketergantungan terhadap penyedia software berbayar sekaligus bisa menerapkan aturan, membuat antar-muka, dan memakai format data yang lebih terbuka.

Perlunya memiliki kebebasan yang lebih luas inilah yang dijadikan semangat penggerak proyek migrasi tersebut, kata Peter Hofmann, orang yang mengepalai proyek Limux, kepada TechRepublic tahun lalu.

"Migrasi bukanlah tujuan utama di kota Munich ini. Tujuan utama kami adalah kemerdekaan," katanya.

.......


Sumber artikel : http://www.techrepublic.com/article/no-munich-isnt-about-to-ditch-free-software-and-move-back-to-windows/
Ditulis oleh Nick Health, 19 Agustus 2014
Diterjemahkan oleh Yobi Sardiyanto

Sunday, August 24, 2014

MANGAN & NGOMBE

Je vous explique la signification de deux verbes Javanais : mangan et ngombe.

Mangan ça veut dire 'manger' ou 'faire le repas'. Ngombe c'est 'boire' ou 'prendre un boisson'.
Normalement, Les Javanaises font le repas trois fois par jour. On prend le petit déjeuner (sarapan) avant aller à l'école ou travailler. On prend le déjeuner à midi et prend le dîner le soir. Il n' y a pas le temps particulier pour prendre le dîner. Chaque famille a leur habitude. On peut le prend entre 5 heure et le moment avant qu'on va se coucher. On ne mange pas toujours ensemble dans la salle à manger, d'après on peut le prendre quand on a faim, n'importe quand.

Dans le sens figuré le mot mangan et ngombe peuvent signifier l'autre chose. Ngombe peut aussi signifier 'boire l'alcool' comme l'euphémisme. Je vous donne quelques exemples comment utiliser ces deux verbes en phrase.

Aku mangan sedino 'ping telu.
Je fais mon repas trois fois par jour.

Sampean wis mangan ?
Avez-vous mangé ?

Panganen !
Mange-le ?

Mangan 'ra mangan asal kumpul. (proverbe)
Il est plus important d'être ensemble tant qu'il n'y a aucun à manger.

Nek ngelak ngombe !
Si tu as soif, bois !

Lebar mangan biasane ngombe wedang.
Après le repas, on habituellement prend la boisson (le café ou le thé)

Urip ing ndonyo kui mung mampir ngombe. (proverbe)
Vivre dans ce monde c'est comme aller dans un café pour prendre la boisson. On ne demeurera pas là pour toujours.

Friday, February 28, 2014

Aku Memilih Setia (English Translation)

Aku Memilih Setia

(Performed by Fatin Sidiqia)

Ada banyak cara Tuhan menghadirkan cinta
Mungkin engkau adalah salah satunya
Namun engkau datang di saat yang tidak tepat
Cintaku t'lah dimiliki


Inilah akhirnya harus ku akhiri
sebelum cintamu semakin dalam
Maafkan diriku memilih setia
walaupun ku tahu cintamu lebih besar darinya


Maafkanlah diriku tak bisa bersamamu
walau ku sadar tulusnya rasa cintamu
Takkan mungkin untuk membagi cinta tulusmu
Dan aku memilih setia


Seribu kali logikaku untuk menolak
tapi ku tak bisa bohongi hati kecilku
Bila saja diriku ini masih sendiri
pasti ku kan memilih, kan memilihmu


English Translation:

Remain Faithful

God sends love to us in many ways
You could be one of them
But you came up at the wrong time
I have had someone to love


Finally I have to stop this feeling
Before your love goes deeper
Forgive me for being faithful
Even though I know your love is greater


Sorry, we can not be together
despite your sincere love
It's impossible to divide your true love
and I've decided to remain faithful


My logic wants to deny it a thousand times
but I can't deceive my heart
If only I were still alone
surely I would pick you.


* translated by Yobi S.

Sunday, January 5, 2014

Oplosan: Terjemahan Bahasa Inggris

Oplosan, salah satu lagu berbahasa Jawa yang biasa dibawakan dengan iringan musik dangdut koplo, kini semakin populer setelah muncul di acara joget massal di salah satu stasiun TV kita. Jika mengerti maksud liriknya, sebenarnya lagu ini membawa pesan moral yang mulia. Kita diingatkan bahwa kebiasaan mabuk atau minum minuman keras itu sungguh tidak ada manfatnya dan tentunya merusak kesehatan. Pesannya juga cukup mudah ditangkap pendengar karena disampaikan dengan bahasa yang cukup lugas dan mudah dicerna. Intinya, tidak perlu belajar Hermeneutika (ilmu interpretasi text) untuk bisa memahami maksud liriknya.

Musik dan lagu memang bisa dijadikan media untuk menyampaikan pesan-pesan moral seperti itu. Semoga saja pendengar bisa menangkap pesannya dan bagi mereka yang merasa tersinggung mudah-mudahan segera sadar dan mau berusaha meninggalkan kebiasaan buruknya. Karena yang saya tahu jika melihat pertunjukan dangdut di kampung, yang menonton biasanya dengan penuh semangat akan ikut berjoget dan bernyanyi sementara tangan kanannya masih saja menggenggam botol oplosan.


Oplosan (English translation)

opo ora eman dhuwite (why should you burn your money)
gawe tuku banyu setan (just for buying that devil's drink)
opo ora mikir yen mendem (Don't you think when you get drunk)
iku biso ngrusak pikiran (It will ruin your mind)

Ojo diteruske mendeme (Stop your drinking)
mergo ora ono untunge (because it's useless)
Yo cepet marenono mendemmu (Give up your drinking soon)
ben dowo umurmu (so that you can live longer)

Oplosan, oplosan, oplosan (mixed-drink, mixed-drink, mixed-drink)

Cobo sawangen kae konco-koncomu (Look at your drinking friends)
akeh sing podho gelempangan (many of them collapsed)
ugo akeh sing kelesetan (many of them dying)
ditumpakke ambulan (carried by an ambulance)

Yo wis cukup anggonmu mendem (No more getting drunk)
Yo wis cukup anggonmu gendheng (No more going crazy)
Yo mari-mario, yo leren-lereno (Get over it, please give it up)
Ojo mbok terus-terusno (Don't do it again)

Tutupen botolmu, tutupen oplosanmu (Put your bottle away, put your liquor away)
emanen nyawamu (Mind your own life)
Ojo mbok terus-teruske (Don't do it again)
mergane ora ono gunane (because it's useless)

Friday, January 3, 2014

Solusi Instal LibreOffice di Fedora 14


Saya pernah menginstall LibreOffice 3.5 di Mandriva 2011 lewat paket RPM yang saya download langsung dari www.libreoffice.org dan semuanya berjalan lancar dengan mengikuti petunjuk yang ada di file readme.txt. Tapi beberapa hari lalu, ketika saya mencoba menginstal paket yang sama di Fedora 14 di netbook saya, ternyata ada masalah dengan GPG check sehingga instalasi gagal.
Saya ketikkan perintah su- c 'yum install *.rpms' di terminal, dan keluar notifikasi seperti ini:

Package libobasis3.5-core07-3.5.0-13.x86_64.rpm is not signed

Untuk mengatasinya, tinggal menambahkan perintah --nogpgcheck pada perintah yum di atas. Jadinya seperti di bawah ini:

su- c 'yum install --nogpgcheck *.rpms'

Pastikan tidak ada satu karakter pun yang terlewat.
Salam open source.

Virtual Keyboard Aksara Jawa dengan PyGObject (Python3 + GTK3)

Aksara Jawa merupakan aksara Nusantara yang umum dipakai di pulau Jawa pada abad 15 hingga awal abad 20. Aksara Jawa sebenarnya dit...